Di tutorial sebelumnya kita membahas cara membuat aplikasi Android (Hello World) dengan Android Studio. Dan kali ini kita akan menyelam lebih dalam dengan membangun sebuah block dasar Android yang disebut Intent.

Android Intent merupakan sebuah data struktur berisi gambaran mengenai sebuah operasi yang akan di jalankan.

Salah satu fitur hebat dari Intent ialah anda dapat mengirim pesan asinkronis kepada aktivitas-aktivitas dan service lainnya.

Sebuah Intent selalu di urus oleh sebuah komponen Android, yang disebut Activity, sebuah penerima broadcast. Ditutorial ini akan fokus pada aktivitas-aktivitas sebagai pengurus intent (intent handlers).

Tipe-tipe Intent Android

A. Explicit Intent melakukan spesifikasi komponen untuk dimulai dengan nama (kelas nama yang sepenuhnya berkualifikasi). Anda umumnya akan menggunakan sebuah intent untuk memulai sebuah komponen pada aplikasi buatan anda, karena anda tahu kelas nama dari activity atau service yang ingin anda jalankan.

Ketika anda membuat sebuah explicit intent untuk memulai sebuah activity atau service, maka sistem akan segera memulai komponen aplikasi yang dispesifikasikan dalam objek Intent.

B. Implicit Intent tidak menamakan sebuah komponen secara spesifik, namun ia menyatakan sebuah aksi umum untuk dijalankan, yang memungkinkan sebuah komponen dari aplikasi lain untuk menanganinya.

Ketika anda membuat sebuah implicit intent, maka sistem Android menemukan komponen yang cocok untuk memulai dengan membandingkan konten-konten yang ada di Intent kepada intent filter yang telah dinyatakn dalam file manifest dari aplikasi-aplikasi lainnya di handset Android. Jika intent cocok dengan sebuah intent filter, maka sistem akan memulai komponen itu dan menjalankan objek Intent.

Pelajari juga cara install Android Studio di Windows, Macintosh dan Linux (Unix & Ubuntu).

Bagaimana cara menggunakan intent Android untuk menjalankan activities?

Untuk membuat sebuah intent dan menjalankan sebuah activity dengannya, kita dapat menulis kode berikut di dalam activity caller.

Intent intent = new Intent(CallerActivity.this, CallingActivity.class);
startActivity(intent);

Menjalankan kode snipet diatas akan mendatangkan sejumlah konsekuensi berikut.

  • Sebuah contoh CallinActivity baru tercipta.
  • Contoh itu akan di tempatkan dibagian atas dari tumpukan tugas projek, dimana caller activity berada.
  • Activity dimulai dan akan di tempatkan dibagian latar depan.

Menggunakan Intent Flags Android

Flags di definisikan dalam kelas Intent yang berfungsi sebagai metadata untuk intent. Flags bisa memberi perintah pada sistem Android bagaimana sebuah activity di luncurkan dan bagaimana harus memperlakukannya setelah di luncurkan.

Keadaan diatas dapat di modifikasi dengan intent flags tertentu dalam contoh intent sebelum melewati intent untuk startActivity(Intent), contohnya adalah.

intent.addFlag(Intent.FLAG_ACTIVITY_REORDER_TO_FRONT);

Hal ini akan membawa contoh yang ada dari tipe activity yang telah terpanggil dalam tumpukan tugas ke bagian depan / latar depan.

Struktur Project

 

FirstActivity Android Studio

Project ini berisi dua buah activities yang bernama FirstActivity.java dan SecondActivity.java. Ia berisi file-file sumber yang akan kita lihat pada tutorial.

Berurusan dengan Tombol

Pada bagian ini kita akan menghadirkan tombol-tombol untuk digunakan untuk menampilkan Intents diantara Activities.

Sebuah tombol merupakan sebuah tombol tekan atau Push-button yang dapat di tekan, atau di klik, oleh kita agar dapat beraksi. Ia diwariskan dari kelas android.widget.TextView.

Kelas android.widget. Button digunakan untuk menampilkan sebuah tombol normal. Perintah itu akan membuat tombol bereaksi saat kita klik, namun perlu di “daftarkan”, maka metode OnClickListener() harus di tambahkan.

Kita akan memanggil objek intent di dalam metode. Berikut adalah kode snipetnya.

FirstActivity.java
button=(Button)findViewById(R.id.button);
button.setOnClickListener(new View.OnClickListener() {
@Override
public void onClick(View v) {
Intent intent= new Intent(FirstActivity.this,SecondActivity.class);
startActivity(intent);
}});

Menambahkan animasi

Kini saatnya menambahkan sebuah efek transisi ketika Intent beraksi.

Untuk melakukannya, tambahkan dua file sumber animasi bernama activity_in.xml dan activity_out.xml dibagian res->anim. Perintah-perintah ini berisi sejumlah efek transisi ketika Intent terjadi. Berikut adalah screenshot menampilkan activity_in dan activity_out secara berurut.

activity_in.xml
<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<set xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android">
    <translate android:fromXDelta="100%" android:toXDelta="0" android:duration="200" />
</set>
activity_out.xml
<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<set xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android">
    <translate android:fromXDelta="0" android:toXDelta="-100%" android:duration="200" />
</set>

Seperti yang kita saksikan, nilai-nilai deltax saling mengisi dikedua bagian. Ini sudah tentu dikarenakan sebuah activity baru bergerak kedalam dan activity sebelumnya harus bergerak keluar.

Kini silahkan tambahkan kode berikut setelah startActivity(intent).

overridePendingTransition(R.anim.activity_in, R.anim.activity_out);

 

Cara Membuat Tombol Aplikasi Android Studio

Kini saatnya melihat hasilnya, berikut adalah gambar bergerak sebagai hasil pembuatan tombol di aplikasi Android dengan Android Studio.

Silahkan langsung menuju bahasan berikutnya yakni cara membuat Spinner (Drop Down) untuk aplikasi Android.

Itulah cara membuat tombol untuk aplikasi Android dengan Android Studio semoga bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here